Home » » Kisah Cinta Malam Pertama

Kisah Cinta Malam Pertama

Written By Jessica Claurensia on Selasa, 31 Maret 2020 | Maret 31, 2020

AGEN BOLA TERPERCAYA - Para netters sekaligus, saya berharap sekali menyebutkan Cerita Dewasa pengalaman hidup masa laluku terhadap anda seluruh, mungkin ada di antara anda yang bisa mengobati perasaanku ini.

Melainkan bantu jangan terobsesi dengan ceritaku ini.ini bermula dikala di usiaku yang masih terbilang muda, 19 tahun, papaku waktu itu menjodohkan saya dengan seorang pemuda yang usianya 10 tahun lebih tua dari saya dan katanya masih ada relasi saudara dengan keluarga mamaku.

Memang usiaku dikala itu telah cukup untuk berumah tangga dan wajahku juga tergolong lumayan, sedangkan badanku menonjol agak gemuk mungkin orang menyebutku bahenol, tetapi kulitku putih, tak seperti kebanyakan sahabat-temanku sebab memang saya dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang berdarah Cina-Sunda, papaku Cina dan mamaku Sunda orisinil dari Bandung.

Sehingga kadang banyak pemuda-pemuda iseng yang mencoba merayuku. Malah banyak di antara mereka yang bilang bahwa payudaraku besar dan padat berisi sehingga banyak laki-laki yang senantiasa mengamati buah dadaku ini saja. Apalagi seandainya saya menggunakan t-shirt yang agak ketat, pasti dadaku akan menjulang tinggi dan mancung. AGEN SABUNG AYAM

Melainkan hingga saya duduk di kelas 3 SMA saya masih belum mempunyai pacar dan masih belum mengetahui yang namanya cinta.

Sebetulnya dalam hatiku saya menolak untuk dijodohkan secepat ini, sebab sebenarnya saya sendiri masih berharap melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi.

Melainkan apa energi saya sendiri tidak bisa membantah kemauan papa dan lagi memang keadaan ekonomi keluarga dikala itu tak memungkinkan untuk terus melanjutkan sekolah hingga ke perguruan tinggi.

Sebab ke-3 orang adikku yang seluruh laki-laki masih membutuhkan tarif yang cukup besar untuk bisa terus mencari ilmu.

Sementara papa cuma berprofesi sebagai pegawai swasta lazim. Karenanya dengan berjenis-jenis bujukkan dari keluarga secara khusus mamaku saya mengalah demi membahagiakan kedua orangtuaku.

Begitulah hingga hari pernikahan tiba, tak ada hal-hal serius yang menghambat jalannya pernikahanku ini dengan pemuda yang baru saya ketahui kurang dari dua bulan sebelumnya.

Selama pengerjaan perkenalan kamipun tak ada sesuatu hal yang serius yang kami diskusikan perihal masa depan sebab seluruh telah dipegang sebelumnya oleh keluarga kedua belah pihak.

Karenanya masa-masa perkenalan kami yang benar-benar singkat itu cuma diisi dengan kunjungan-kunjungan rutin calon suamiku tiap malam pekan.

Itupun paling cuma satu atau dua jam saja dan lazimnya saya dipandu papa atau mama berbicara mengenai kondisi keluarganya.

Sesudah acara resepsi pernikahan selesai seperti lazimnya kedua pengantin yang bersuka ria menjelang kamar pengantin untuk melakukan keharusannya.

Yang disebut malam pengantin atau malam pertama tak terjadi pada malam itu, sebab sesudah berada dalam kamar saya cuma membisu dan tegang tak tahu apa yang wajib kulalukan.

Maklum mungkin sebab masih terlalu lugunya saya pada waktu itu.Suamiku pada waktu itupun ternyata belum terlalu “terampil” dengan apa yang disebut relasi suami istri, sehingga malam pertama kami lewatkan cuma dengan disentuh-raba oleh suami.

Itupun kadang-kadang saya tolak sebab pada waktu itu saya sendiri hakekatnya merasa risih disentuh-raba oleh lelaki.

Apalagi oleh lelaki yang “belum” saya cintai, sebab memang saya tak mencintai suamiku. Pernikahan kami semata-mata atas perjodohan orang tua saja dan bukan atas kehendakku sendiri.

Barulah pada malam kedua suamiku mulai melancarkan serangannya, dia mulai melepas bajuku satu per satu dan mencumbu dengan menciumi kening sampai jari kaki.

Memperoleh serangan seperti itu tentu saja sebagai seorang wanita yang telah menjelang masa pubertas akupun mulai bergairah sedangkan tak secara lantas saya tunjukkan ke depan suamiku.

Apalagi dikala dia mulai meraba komponen-komponen yang paling saya jaga sebelumnya, kepalaku bagaikan tidak terkendali bergerak ke kanan ke kiri membendung enak sejuta rasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Kemaluanku mulai mengeluarkan cairan dan hingga membasahi rambut yang menutupi vaginaku.

Suamiku kian gigih menciumi puting susu yang berwarna merah muda kecoklatan dan terlihat bulat mengeras mungkin sebab pada dikala itu saya bahkan telah mulai terstimulus.

Saya telah tak ingat lagi berapa kali dia menjilati klitorisku pada malam itu, hingga saya tidak kuasa membendung nikmatnya permainan lidah suamiku menjilati klitoris dan saya bahkan orgasme dengan menyemburkan cairan hangat dari dalam vaginaku ke mulutnya.

Dengan perasaan tak tabah, kubuka dan kuangkat lebar kakiku sehingga akan menonjol terang oleh suamiku lubang organ intim wanita yang kemerahan dan berair ini.

Atas permintaan suami kupegang batang genitalianya yang besar dan keras luar lazim menurutku pada waktu itu.

Pelan-lahan kutuntun kepala genitalianya meraba lubang vaginaku yang telah berair dan licin ini.

Rasa enak yang luar lazim kurasakan dikala kepala penis suamiku menggosok-gosok bibir vaginaku ini.

Dengan sedikit mendukung bokongnya suamiku sukses menembus keperawananku, ditiru rintihanku yang terbendung.

Untuk pertama kalinya vaginaku ini disantroni oleh penis laki-laki dan anehnya tak terasa sakit seperti yang seringkali saya dengar dari sahabat-temanku yang baru menikah dan menyebutkan pengalaman malam pertama mereka.

Memang ada sedikit rasa sakit yang menyayat pada dikala kepala penis itu mulai menyusup pelan masuk ke dalam vaginaku ini, namun mungkin sebab pada waktu itu saya bahkan benar-benar bergairah sekali sehingga saya telah tak perduli lagi dengan rasa sakitnya.

Apalagi dikala suamiku mulai menggosok-gosokkan batang penisnya itu di dalam vaginaku, mataku terpejam dan kepalaku cuma menelentang ke atas, membendung rasa geli dan enak yang tak bisa saya ceritakan di sini.

Sementara kedua tanganku membatasi tepian ranjang yang berada di atas kepalaku.

Kian lama goyangan pinggul suamiku kian kencang ditiru dengan desahan napasnya yang memburu membikin nafsuku makin menggebu.

Adakalanya terdengar bunyi decak air atau becek dari lubang vaginaku yang sedang digesek-gesek dengan batang penis suamiku yang besar, yang membuatku kian kencang menempuh orgasme yang kedua.

Sementara suami masih terus berpacu untuk menempuh puncak kenikmatannya, saya telah dua kali orgasme dalam waktu yang tak terlalu lama.

Hingga kesudahannya suamiku bahkan membendung desahannya sambil menyemburkan cairan yang hangat dan kental dari kepala penisnya di dalam lubang vaginaku ini.

Akhir-akhir baru saya kenal cairan itu yang disebut dengan air mani, maklum dahulu saya tergolong gadis yang kurang gaul jadi untuk hal-hal atau istilah-istilah seperti itu saya tak pernah tahu.

Cairan air mani suamiku bahkan mengalir keluar dari mulut vaginaku membasahi sprei dan bercampur dengan darah keperawananku.

Kami berdua terkulai lemas, tetapi masih sempat tanganku menyentuh-raba bibir organ intim wanita untuk memuaskan impian dan gairahku yang masih tersisa.

Dengan menggosok-gosok klitoris yang masih berair, licin dan lembut oleh air mani suamiku, saya bahkan menempuh orgasme untuk yang ketiga kalinya.

Luar lazim memang sensasi yang saya rasakan pada dikala malam pengantin itu, dan hal seperti yang saya ceritakan di atas terus berlanjut hampir tiap malam selama sebagian bulan.

Dan tiap kali kami mengerjakannya saya senantiasa merasa tak pernah puas dengan suami yang cuma kapabel mengerjakannya sekali.

Saya memerlukannya lebih dari sekali dan senantiasa menginginkannya tiap hari.

Entah apa yang hakekatnya terjadi dalam diriku sehingga saya tak pernah dapat menahan gejolak nafsuku.

Walaupun sebelum saya menikah tak pernah kurasakan hal ini apalagi hingga menginginkannya terus menerus.

Mungkinkah saya termasuk dalam klasifikasi yang namanya hypersex itu?Sesudah 2 tahun kami menikah saya bercerai dengan suamiku, sebab kian hari suamiku kian jarang ada di rumah, sebab memang sehari-harinya dia berprofesi sebagai manajer marketing di sebuah perusahaan swasta sehingga tak jarang sekali dia keluar kota dengan alasan urusan kantor.

Dan tak lama terdengar informasi bahwa dia mempunyai istri simpanan.

Yang lebih menyakitkan sehingga saya meminta diceraikan yaitu istri simpanannya itu yaitu bekas pacarnya yang dahulu, rupanya selama ini ia bahkan menikah denganku sebab dipaksa oleh orang tuanya dan bukan sebab rasa cinta.

Tidak rela berbagi suami dengan wanita lain, kesudahannya saya legal diceraikan suamiku.

Sakit memang hati ini seperti diiris-iris mendengar pengakuan suami perihal istri simpanannya itu, dengan terus jelas ia mengatakan bahwa ia lebih mencintai istri simpanannya yang hakekatnya memang bekas pacarnya.

Apalagi katanya istri simpanan suamiku itu senantiasa bisa membikin dirinya bergembira di atas ranjang, tak seperti diriku ini yang senantiasa cuma meminta dipuaskan namun tak dapat memuaskan kemauan suamiku, demikian itu katanya.

Lima tahun telah saya hidup menjanda, dan sekarang saya tinggal sendiri dengan mengontrak sebuah rumah di pinggiran kota Jakarta.

Mujur saya memperoleh profesi yang agak lumayan di sebuah perusahaan swasta sehingga saya bisa menghidupi diriku sendiri.

Akhir-akhir ini tiap malam saya tak bisa tidur dengan lelap, tak jarang saya baru dapat tertidur pulas di atas jam 03.00 pagi.

Mungkin dikarenakan pikiranku yang tak jarang ngelantur baru-baru ini ini. Kali saya melamun dan membayangkan dikala-dikala menawan bersama suamiku dahulu.

Kala tak jarang pula saya membayangkan diriku berasmara dengan seorang sahabat kerjaku, sehingga tiap malam cuma onani saja yang bisa kulakukan.

Tak ada keberanian untuk menyebutkan hal ini terhadap orang lain apalagi pada sahabat-sahabat kerjaku, dapat-dapat saya dikasih julukkan yang tak bagus di kantor.

Cuma dengan tanganku ini kuelus-elus bibir vaginaku tiap malam sambil membayangkan bercinta dengan seorang laki-laki, kadang-kadang juga kumasukkan jari telunjukku supaya saya bisa lebih menikmati kenikmatan yang pernah kualami dahulu.

Para netters sekaligus, saya memberanikan diri menyebutkan Cerita Dewasa seperti di atas terhadap Anda seluruh mungkin sebab didukung oleh perasaan yang benar-benar tidak tertahankan lagi dikala ini.

Dan mungkin ada di antara anda yang bisa menolong dan mungkin akan menjadi jodohku kelak.

Saya harap Anda tak cuma terobsesi dengan ceritaku di atas.

Sahabat303 - Agen Sabung Ayam, Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Casino Online Terpercaya
  • Bonus Deposit 10% (Khusus Sportbook) Setiap Harinya
  • Bonus Deposit 10 % Khusus Tangkas Setiap harinya
  • Bonus Cashback Sport Up To 16%
  • Bonus Cashback Casino 2%
  • Bonus Rollingan Casino 0.7%
  • Bonus Cashback Sabung Ayam Up To 10%
  • Bonus Referral 2% Seumur Hidup
Kami juga memiliki layanan custumer service yang ramah dan profesional untuk melayani anda kapan pun.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar